1. UNIX
Dahulu, sekitar lebih dari 30 tahun yang lalu, komputer masih memiliki ukuran yang besar (sebesar rumah, bahkan stadion), dan tiap-tiap komputer memiliki sistem operasi yang berbeda. Perangkat lunak (software) selalu disesuaikan untuk tujuan-tujuan tertentu, dan perangkat lunak yang ditujukan untuk satu sistem, tidak dapat digunakan pada sistem yang lain.
Dengan memiliki kemampuan untuk bekerja dengan suatu sistem, belum tentu dapat bekerja dengan sistem yang lain. Tentunya hal ini sangat menyulitkan pengguna (user) dan pengelola sistem (system administrator) tersebut.
Pada tahun 1969, sebuah tim yang terdiri dari para pengembang di Bell Labs Laboratories, mulai bekerja untuk mencari solusi untuk mengatasi permasalahan perangkat lunak yang sedang terjadi. Mereka mengembangkan sebuah sistem operasi baru yang:
1. Sederhana dan elegan.
2. Ditulis dalam bahasa pemrograman C sebagai pengganti dari kode mesin (assembly code).
3. Kode-kode yang digunakan dapat digunakan kembali (recycle).
Para pengembang dari Bell Labs menamakan proyek mereka “UNIX”. Kemampuan untuk menggunakan kembali kode-kode yang ada merupakan fitur yang sangat penting.
Kemudian, semua sistem komputer yang tersedia secara komersial menggunakan sistem operasi yang kode-kodenya dibuat khusus untuk satu sistem. UNIX sebenarnya hanya membutuhkan sebagian kecil dari kode-kode spesial tersebut, yang saat ini secara umum dinamakan “kernel”. Sistem operasi dan semua fungsi-fungsi lainnya dibuat dan dibangun berdasarkan kernel tersebut dan ditulis dalam bahasa pemrograman yang lebih tinggi, C. Bahasa pemrograman tersebut dikembangkan secara khusus untuk membuat sistem UNIX. Dengan menggunakan tehnik baru ini, untuk mengembangkan sistem operasi yang dapat digunakan pada berbagai tipe perangkat keras (hardware) menjadi jauh lebih mudah.
Kemudian mulai dikembangkan komputer dengan ukuran yang lebih kecil dan pada akhir tahun 80-an, sudah banyak orang yang memiliki komputer rumah (home computer). Pada saat itu, terdapat berbagai versi dari UNIX yang tersedia untuk arsitektur komputer pribadi (personal computer, PC), tetapi tidak ada satupun yang benar-benar bebas (free), dan yang lebih penting lagi: lambat, sehingga kebanyakan orang menggunakan MS DOS atau Windows 3.1.
2. Linus dan Linux
Pada awal tahun 90-an, komputer rumah sudah sudah mampu untuk menggunakan sistem UNIX yang lengkap. Linus Torvalds, seorang pemuda yang sedang mempelajari ilmu komputer di University of Helsinki, berpikir bahwa merupakan sebuah ide yang bagus untuk memiliki sebuah versi UNIX yang bebas untuk digunakan bagi kalangan akademisi, dan dia mulai membuat kode-kodenya.
Linus mulai bertanya, mencari jawaban dan solusi yang dapat membantunya mendapatkan UNIX untuk komputer pribadinya. Berikut ini merupakan satu dari post pertamanya di comp.os.minix pada tahun 1991:
Dari awal, sudah merupakan tujuan dari Linus sendiri untuk mendapatkan sebuah sistem yang bebas dan sepenuhnya sesuai dengan UNIX yang asli. Karena itulah Linus menanyakan tentang standar-standar POSIX. POSIX masih menjadi standar untuk UNIX.
Pada masa itu, plug and play belum ditemukan, tetapi begitu banyak orang yang tertarik untuk memiliki sistem UNIX milik mereka sendiri. Drivers baru menjadi tersedia bagi semua jenis perangkat keras, dalam kurun waktu yang begitu cepat. Sampai-sampai ketika sebuah perangkat keras baru tersedia, seseorang membelinya dan menyerahkannya ke tempat testing linux. Ketika sistem tersebut secara bertahap mulai diinginkan orang, semakin banyak kode-kode bebas yang tersedia, bahkan dalam cakupan perangkat keras yang lebih luas. Para pembuat kode (coder) tidak hanya berhenti pada komputer pribadi mereka saja, setiap perangkat keras yang mereka temukan akan berguna bagi linux.
Kemudian para pembuat kode tersebut dipanggil dengan sebutan “nerds” atau “freaks”, tapi hal itu bukan merupakan suatu masalah bagi mereka, selama dukungan terhadap perangkat keras semakin bertambah. Terima kasih untuk orang-orang tersebut, sekarang linux tidak hanya ideal untuk digunakan pada komputer pribadi tetapi juga bisa digunakan pada perangkat keras tua yang tidak akan berguna bila linux tidak ada.
Dua tahun setelah Linus mengirimkan post, pengguna linux sudah mencapai 12000 orang. Semua fitur yang dimiliki UNIX ditambahkan dalam selang waktu beberapa tahun setelah itu, yang berakibat pada semakin matangnya linux pada masa sekarang ini. Linux merupakan tiruan lengkap (full clone) dari UNIX, cocok untuk digunakan pada workstation, begitu juga dengan server kelas menengah dan kelas atas. Saat ini, banyak pemain penting pada pasar perangkat keras dan perangkat lunak memiliki tim pengembang linux sediri.
3. Aplikasi-aplikasi yang terdapat pada sistem linux
Saat ini linux sudah bergabung dalam pasar desktop. Pada awalnya para pengembang linux berkonsentrasi pada jaringan (networking) dan layanan-layanannya (services), dan aplikasi perkantoran merupakan penghalang terakhir yang harus di jatuhkan. Kita tentunya tidak ingin mengakui bahwa microsoft-lah yang menjadi pemimpin pasar, oleh karena itu selama beberapa tahun terakhir ini telah diupayakan berbagai alternatif untuk membuat linux menjadi salah satu pilihan alternatif untuk digunakan pada workstations, menyediakan antar muka pengguna (user interface) yang mudah dan aplikasi perkantoran yang mirip dengan yang dimiliki oleh microsoft, seperti pengolah kata (word processor), lembar kerja (spreadsheets), presentasi (presentations), dan sejenisnya.
Pada sisi server, linux sudah dikenal sebagai platform yang stabil dan dapat diandalkan, menyediakan layanan basis data dan pertukaran barang untuk perusahaan seperti amazon, toko buku online yang sudah populer, US Post Office, German Army, dan sejenisnya. Terutama penyedia internet dan penyedia jasa layanan internet sudah menggunakan linux sebagai firewall, proxy, dan web server, dan anda akan menemukan boks linux pada hampir setiap pengelola sistem UNIX yang menghargai lingkungan yang nyaman untuk dikelola. Clusters dari mesin linux sudah digunakan pada pembuatan film seperti titanic, shrek, dan lainnya. Di kantor pos, linux merupakan saraf pusat yang merutekan surat-surat dan digunakan sebagai sebuah mesin pencari (search engine) yang besar, dan juga digunakan untuk pencarian melalui internet. Hal-hal tersebut diatas hanya merupakan sebagian kecil dari ratusan pekerjaan berat yang dikerjakan linux dari hari-kehari di seluruh dunia.
Perlu diperhatikan juga bahwa linux modern tidak hanya digunakan pada workstations, server kelas menengah dan kelas atas, tetapi juga pada gadgets, seperti PDA, peralatan bergerak (mobiles), robot, bahkan sebuah jam tangan. Hal tersebut membuat linux menjadi satu-satunya sistem operasi di dunia yang dapat digunakan pada berbagai jenis perangkat keras.
-o00o-
Minggu, 11 Oktober 2009
Sejarah Linux
di 12.05
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar